LUMAJANG – Keberadaan Agen BRILink kini telah menjadi tumpuan utama bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari.
Konsep "Bank di Teras Rumah" yang diusung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terbukti sangat efektif memangkas jarak dan waktu bagi warga di pedesaan yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau Kantor Cabang Bank.
Tercatat, hingga Maret 2026, jaringan Agen BRILink di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen, yang tersebar di lebih dari 66.450 desa, atau menjangkau lebih dari 80% total desa di Indonesia.
Di Lumajang, peran para agen ini kian krusial sebagai penggerak roda ekonomi kerakyatan, mulai dari pelaku usaha mikro hingga masyarakat umum.
Efisiensi di Tengah Keterbatasan
Bagi warga di pelosok Lumajang, keberadaan Agen BRILink bukan sekadar akses perbankan, melainkan solusi praktis.
Berbagai aktivitas seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan listrik, air, dan iuran BPJS dapat diselesaikan hanya dengan mendatangi agen terdekat yang seringkali berada di toko kelontong atau teras rumah warga.
"Kehadiran Agen BRILink benar-benar mengubah cara warga bertransaksi. Dulu, untuk urusan kecil saja, warga harus meluangkan waktu berjam-jam ke pusat kota. Sekarang, cukup jalan kaki atau berkendara singkat, semua urusan perbankan selesai," ujar salah seorang warga di wilayah Jatiroto, Lumajang.
Lebih dari Sekadar Transaksi
Selain memudahkan akses perbankan, Agen BRILink di Lumajang kerap menjadi pusat literasi keuangan bagi masyarakat lokal. Banyak agen yang aktif memberikan edukasi mengenai layanan keuangan digital, membantu proses pencairan bantuan sosial pemerintah, hingga menjadi mitra strategis dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM.
Peran strategis ini sejalan dengan komitmen BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif. Di tingkat nasional, volume transaksi melalui jaringan Agen BRILink sepanjang kuartal I-2026 telah menembus angka Rp420 triliun, menegaskan posisi agen sebagai kanal utama yang andal dan dekat dengan masyarakat.
Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam keterangannya belum lama ini menyampaikan bahwa Agen BRILink kini telah bertransformasi menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.
"Agen BRILink bukan hanya sekadar kepanjangan tangan layanan bank, melainkan mitra yang memberdayakan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa di mana pun nasabah berada, termasuk di pelosok Lumajang, mereka tetap mendapatkan akses layanan perbankan yang setara, cepat, dan aman," ungkapnya.
Dengan terus bertambahnya jumlah agen dan semakin luasnya cakupan wilayah layanan, Agen BRILink diproyeksikan akan terus menjadi pilar utama dalam memperkuat inklusi keuangan, sekaligus menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi di tingkat desa hingga pelosok daerah di Indonesia.[]