DLH Situbondo Dampingi Perbaikan Pengendalian Emisi PG Assembagoes

DLH Situbondo Dampingi Perbaikan Pengendalian Emisi PG Assembagoes

SITUBONDO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo terus mendampingi upaya perbaikan sistem pengendalian emisi di Pabrik Gula (PG) Assembagoes setelah muncul keluhan warga mengenai penyebaran tolato selama musim giling tebu.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan langkah-langkah teknis yang ditempuh perusahaan dapat mengurangi dampak terhadap masyarakat di sekitar pabrik.

Kepala DLH Kabupaten Situbondo Sandy Hendrayono mengatakan, pengawasan terhadap PG Assembagoes telah dilakukan sejak awal musim giling dan tidak hanya setelah keluhan masyarakat mencuat. Menurut dia, evaluasi dilakukan secara berkala karena persoalan yang dihadapi setiap musim giling tidak selalu sama.

"Tahun ini kami melakukan pendampingan sejak awal musim giling. Setiap perkembangan kami evaluasi bersama pihak pabrik agar penanganan yang dilakukan berjalan optimal," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Sandy, salah satu kendala yang dihadapi perusahaan adalah belum dapat dilakukannya penggantian seluruh komponen pengendali emisi. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pengadaan peralatan yang masih berlangsung sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, sebelum musim giling dimulai, perusahaan telah memperbaiki sejumlah komponen pada electrostatic precipitator (ESP) yang mengalami penurunan fungsi.

Selain itu, komponen discharge electrode juga telah disiapkan untuk meningkatkan kinerja alat pengendali emisi dan akan dipasang setelah musim giling selesai.

Selama proses produksi berlangsung, DLH meminta perusahaan mengoptimalkan pembakaran agar berlangsung sempurna. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi partikel hasil pembakaran yang berpotensi terlepas ke udara.

Pendampingan lapangan juga dilakukan secara intensif. Petugas DLH tidak hanya melakukan pemantauan pada siang hari, tetapi juga malam hari setelah menerima laporan masyarakat mengenai kondisi di sekitar pabrik.

"Kami menyesuaikan waktu pemantauan dengan laporan yang kami terima dari masyarakat agar kondisi di lapangan dapat terpantau secara langsung," kata Sandy.

Berdasarkan hasil pemantauan DLH, penyebaran tolato yang sempat meningkat beberapa waktu lalu mulai menunjukkan penurunan setelah dilakukan penyesuaian proses pembakaran dan sejumlah langkah teknis lainnya. Temuan tersebut juga diperoleh dari komunikasi dengan warga di sekitar pabrik.

Selain menangani tolato, DLH meminta perusahaan mengurangi debu putih yang berasal dari bagas atau ampas tebu dengan menambah paranet pada area penyimpanan.

Perusahaan juga melakukan penyiraman jalan dan penyemprotan pepohonan di sekitar kawasan pabrik sebagai langkah sementara untuk menekan debu yang beterbangan.

Sandy menegaskan, pendampingan akan terus dilakukan hingga musim giling berakhir. Menurut dia, perbaikan secara bertahap diperlukan agar kegiatan produksi dapat berlangsung tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat di sekitar pabrik.

"Tujuan kami adalah memastikan setiap langkah perbaikan berjalan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat terus ditekan," ujarnya.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index