Demo Sebabkan Operasional Bosowa Ditutup, Mas Rio: Warga Situbondo Protes Gas LPG Langka

Demo Sebabkan Operasional Bosowa Ditutup, Mas Rio: Warga Situbondo Protes Gas LPG Langka

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyuarakan terganggunya distribusi LPG ke masyarakat setelah operasional PT Misi Mulia Petronusa (MMP) atau Bosowa Banyuwangi sempat terhenti akibat aksi demonstrasi.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat. Namun, aksi tersebut diharapkan tidak sampai menghambat operasional perusahaan yang berkaitan dengan kebutuhan LPG masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Mas Rio saat terlibat perdebatan melalui siaran langsung TikTok dengan akun Pasopati Jatim. Dalam live tersebut, ia menyampaikan keberatannya terhadap dampak aksi demonstrasi terhadap operasional Bosowa Banyuwangi.

“Silakan bagi yang ingin demo, tapi jangan mengakibatkan operasional perusahaan terhenti,” tegas Mas Rio, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, persoalan antara masyarakat dan perusahaan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Penyelesaian setiap persoalan, kata Mas Rio, tidak berdampak terhadap masyarakat yang membutuhkan LPG untuk kebutuhan rumah tangga maupun menjalankan usaha.

“Kalau ada persoalan, selesaikan bersama. Tapi jangan sampai operasional yang menyangkut kebutuhan masyarakat terhenti,” ujarnya.

Manager Communication Pertamina Ahad Rahedi membenarkan adanya penutupan sementara operasional PT MMP atau Bosowa Banyuwangi.

Menurut Ahad, penutupan berlangsung sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026. Kondisi tersebut terjadi setelah demonstrasi masyarakat berulang kali memblokir jalan menuju kantor Bosowa Banyuwangi.

“Penutupan sementara operasional perusahaan karena adanya aspirasi masyarakat yang berujung pemblokiran jalan menuju kantor Bosowa Banyuwangi,” ujar Ahad.

Penutupan operasional selama sekitar sepekan itu berdampak terhadap penyaluran LPG ke sejumlah wilayah, termasuk Situbondo.

Pertamina kini, kata Ahad, mengejar proses recovery dengan meningkatkan penyaluran LPG di atas rata-rata setiap harinya.

“Saat ini masih dalam proses recovery. Kami kejar terus untuk penyaluran di atas rata-rata setiap harinya untuk mengganti penyaluran yang sempat terganggu seminggu kemarin,” kata Ahad.

Warga Kesulitan Mendapat LPG

Dampak gangguan distribusi tersebut dirasakan pengguna LPG di Situbondo. Sejumlah warga mengaku harus mencari ke beberapa tempat untuk mendapatkan LPG.

Lina (35), pengguna LPG di Asembagus, mengatakan pasokan gas yang sebelumnya mudah diperoleh kini tidak selalu tersedia.

“Biasanya mudah dapat LPG, sekarang harus cari ke beberapa tempat. Kalau tidak dapat, aktivitas memasak juga terganggu,” ujar Lina.

Kesulitan serupa dirasakan para pelaku UMKM. Bagi mereka, LPG menjadi kebutuhan penting untuk menjalankan aktivitas usaha setiap hari.

Halimah (30), pedagang nasi lalapan di Besuki, berharap distribusi LPG segera kembali normal agar kegiatan usahanya tidak terganggu.

“Kalau gas sulit, usaha juga ikut terganggu. Kami berharap pasokannya segera normal lagi,” kata Halimah.

Warga kini berharap proses pemulihan distribusi yang dilakukan Pertamina dapat segera membuat LPG kembali mudah diperoleh, terutama bagi rumah tangga dan pelaku UMKM di Situbondo.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index