Kabar Gembira, Program Vorsa UMKM Kini Bisa Ajukan ke BRI Situbondo

Kabar Gembira, Program Vorsa UMKM Kini Bisa Ajukan ke BRI Situbondo

SITUBONDO – Kabar gembira bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Situbondo memperluas akses pembiayaan melalui program Vorsa UMKM dengan menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai mitra perbankan baru.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo dan BRI Kantor Cabang Situbondo di Kantor Diskoperindag, Rabu (28/10/2026).

Kepala Diskoperindag Situbondo, Priyo Handoko, mengatakan bergabungnya BRI menambah jumlah mitra perbankan dalam program Vorsa UMKM menjadi empat. Sebelumnya, Pemkab Situbondo telah bekerja sama dengan Bank BTN, Bank Jatim, dan BPR Syariah Situbondo.

“Harapan kami, nasabah BRI juga bisa mendapatkan layanan Vorsa. Ini program Bupati Situbondo untuk membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan dengan subsidi bunga dan administrasi,” kata Priyo.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman dengan plafon maksimal Rp20 juta dan tenor hingga dua tahun. Pemkab Situbondo memberikan subsidi bunga dan biaya administrasi untuk membantu meringankan beban pembiayaan pelaku usaha.

Priyo menjelaskan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp1 miliar pada 2026 untuk subsidi bunga dan administrasi. Anggaran tersebut diharapkan terserap secara optimal sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku UMKM.

“Pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan dari awal. Tahun ini kami mengalokasikan Rp1 miliar untuk subsidi bunga dan administrasi. Kami ingin program ini benar-benar terserap dan manfaatnya dirasakan oleh pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menegaskan, program Vorsa UMKM tidak hanya menyasar usaha perdagangan dan industri. Pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, serta sektor produktif lainnya juga berpeluang mengakses pembiayaan selama memenuhi persyaratan, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Tidak hanya perdagangan dan industri. Pertanian, peternakan, dan usaha produktif lainnya juga bisa mengakses program ini. Yang penting usahanya produktif dan memiliki NIB. Kami siap mendampingi UMKM, sedangkan keputusan pencairan tetap menjadi kewenangan perbankan,” jelasnya.

Priyo mengungkapkan, riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu kendala yang dihadapi calon penerima pembiayaan. Pemkab Situbondo telah membahas upaya mencari ruang toleransi bagi catatan kredit tertentu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Diskoperindag juga akan mendorong pendampingan bagi pelaku usaha binaan BRI agar mereka memahami persyaratan dan dapat mengikuti proses pengajuan pembiayaan dengan baik.

“Tugas kami mendampingi dan memastikan pelaku usaha mendapatkan akses informasi, sedangkan pencairannya tetap mengikuti hasil pemeriksaan dan ketentuan perbankan,” kata Priyo.

BRI Siapkan Koordinasi hingga Unit Kerja

Pimpinan Cabang BRI Situbondo, Ary Juwono, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, program Vorsa UMKM sejalan dengan komitmen BRI dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ary menyampaikan, sebanyak 89,1 persen kredit mikro BRI disalurkan ke sektor UMKM. BRI juga memiliki 14 unit kerja yang menjangkau wilayah Situbondo, mulai dari Banyuglugur hingga Banyuputih.

“BRI bergerak di sektor UMKM. Kredit mikro kami sebanyak 89,1 persen berada di sektor UMKM. Kami memiliki 14 unit kerja yang menjangkau wilayah dari Banyuglugur hingga Banyuputih,” ujar Ary.

Ia menjelaskan, implementasi kerja sama akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan unit-unit kerja BRI untuk memeriksa calon penerima pembiayaan. Pemeriksaan mencakup data usaha dan riwayat kredit melalui SLIK sesuai ketentuan perbankan.

Ary menegaskan koordinasi dengan Diskoperindag diharapkan membantu mempercepat pemeriksaan calon penerima yang memenuhi kriteria.

“Dengan adanya program ini, kami akan langsung berkoordinasi dengan unit kerja agar calon penerima bisa segera diperiksa. Kalau SLIK-nya aman dan persyaratan terpenuhi, prosesnya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ary berharap, kolaborasi dengan Pemkab Situbondo dapat memperluas akses permodalan sekaligus mendorong pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.

“Semangat kami sama dengan slogan Pemkab Situbondo, yakni ingin UMKM naik kelas,” pungkasnya.

Melalui penambahan mitra perbankan ini, Pemkab Situbondo berharap program Vorsa UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha produktif. Dukungan subsidi bunga, keringanan biaya administrasi, dan pendampingan diharapkan membantu UMKM memperkuat permodalan serta meningkatkan kapasitas bisnisnya.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index