SITUBONDO – Aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jangkar akhirnya kembali bergeliat. Setelah lama tidak beroperasi, fasilitas yang berada di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, itu resmi diaktifkan kembali pada Selasa (23/6/2026) malam.
Tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas lelang ikan, Pemerintah Kecamatan Jangkar juga menyiapkan sejumlah program untuk mengoptimalkan kawasan tersebut. Mulai dari rencana pembentukan pasar rakyat hingga uji coba operasional pabrik es batu yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Camat Jangkar Lina Yuriyana Soeherman mengatakan, pengelolaan TPI kini dilakukan bersama antara pemerintah kecamatan dan KUD Minaharta. Kesepakatan kerja sama itu telah ditandatangani sehari sebelumnya.
"Alhamdulillah pengoperasionalan TPI Jangkar mulai hari ini dikelola bersama pemerintah kecamatan dan KUD Minaharta," ujarnya saat acara selamatan pengoperasian TPI Jangkar.
Menurut Lina, keberadaan TPI tidak boleh hanya menjadi tempat transaksi ikan. Kawasan tersebut harus berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Karena itu, pihaknya berencana menghadirkan pasar rakyat di area TPI. Nantinya, warga bisa memanfaatkan lokasi tersebut untuk berjualan berbagai kebutuhan sehari-hari.
"Saya ingin di sini ada pasar yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Ada yang jual sayur, sembako, buah-buahan, dan lainnya," katanya.
Untuk menarik kunjungan masyarakat, wahana permainan anak yang sudah beroperasi sekitar sebulan terakhir diperpanjang selama 10 hari tanpa biaya. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan keramaian sekaligus memperkenalkan kembali aktivitas TPI kepada masyarakat.
"Supaya ramai, saya minta diperpanjang 10 hari secara gratis. Tidak ada biaya administrasi apa pun," jelasnya.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga menyiapkan uji coba operasional pabrik es batu yang berada di kawasan TPI. Selama masa percobaan satu bulan, biaya operasional akan ditanggung Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo.
Pemkab Situbondo juga berencana menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM di kawasan TPI. Tujuannya agar masyarakat mengetahui bahwa pusat aktivitas ekonomi pesisir tersebut telah kembali beroperasi.
Perwakilan TPI Jangkar, Ainur Roziqin, menyambut baik pengaktifan kembali fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan TPI akan mempermudah transaksi antara nelayan dan pedagang.
"Alhamdulillah TPI diaktifkan kembali. Ini sangat membantu nelayan dan para pedagang karena aktivitas jual beli ikan menjadi lebih mudah dan terpusat," ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya TPI Jangkar, diharapkan roda ekonomi masyarakat pesisir dapat bergerak lebih cepat dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan maupun pelaku usaha perikanan.[]