Mitigasi Bencana, Bupati Situbondo Tekankan Pentingnya Perencanaan Berbasis Data

Mitigasi Bencana, Bupati Situbondo Tekankan Pentingnya Perencanaan Berbasis Data

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Penyusunan Rencana Rehabilitasi serta Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Cafe Me Time pada Rabu (24/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan melalui respons darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan perencanaan yang matang dan berbasis data agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana, kata Mas Rio, menjadi instrumen penting untuk memetakan kerusakan, kerugian, serta kebutuhan masyarakat terdampak. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Perencanaan pascabencana harus dilakukan secara terukur dan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan dan mempercepat pemulihan masyarakat,” kata Mas Rio.

Mas Rio juga menyoroti pola bencana yang terjadi berulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Menurutnya, sedikitnya terdapat lima kecamatan yang hampir setiap tahun terdampak bencana hidrometeorologi, terutama banjir, pada periode Januari hingga Februari.

“Kalau kita lihat datanya, ada sekitar lima kecamatan yang hampir setiap tahun mengalami kejadian yang sama pada bulan Januari atau Februari. Karena itu, saya minta BPBD tidak menunggu bencana terjadi baru bergerak,” kata Bupati.

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi dan mitigasi harus dilakukan jauh sebelum musim hujan tiba. BPBD diminta menyiapkan berbagai kebutuhan penanganan darurat sejak November atau Desember tahun sebelumnya, termasuk distribusi peralatan, logistik, dan kesiapan personel di wilayah rawan bencana.

“Sejak November atau Desember harus sudah siaga. Alat-alat yang dibutuhkan, logistik, dan perlengkapan lainnya harus mulai didistribusikan ke titik-titik rawan. Dengan begitu ketika banjir terjadi, penanganannya bisa lebih cepat dan dampaknya dapat diminimalkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Timbul Surjanto, menyampaikan bahwa kegiatan bimtek tersebut merupakan upaya meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam menyusun dokumen pascabencana secara cepat, tepat, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Menurut Timbul, pengkajian kebutuhan pascabencana dan penyusunan rencana rehabilitasi serta rekonstruksi merupakan tahapan penting yang akan menentukan arah pemulihan daerah setelah terjadi bencana.

“Melalui bimtek ini kami berharap seluruh peserta memahami mekanisme pengkajian kebutuhan pascabencana serta mampu menyusun dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi secara terpadu,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sangat diperlukan karena dampak bencana tidak hanya menyangkut kerusakan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

“Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar penanganan pascabencana tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga mampu mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih baik,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Me Time tersebut diikuti oleh perwakilan OPD, kecamatan, serta instansi terkait yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Situbondo.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index